Tingkat Manajemen

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Friday, 11 October 2013

Tingkat Manajemen

Posted on 00:03 by Unknown
     I.            Tingkatan Manajemen

Bahwa manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemrintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasikan dalam 2 cara yaitu dalam tingkatan organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan.
Bila dilihat dan tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi 3 golongan yang berbeda yaitu:
1.      Manajemen liniatau manajemen tingkat pertama, yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik, pengawas teknik pada suatu bagian riset dan sebagainya.
2.      Manajemen menengah(Middle Manager), yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan dalam suatu organisasi. Manajer menengah mengarahkan kegiatan-kegiatan yang melaksanakan kebijakan organisasi. Contohnya kepala bagian yang membawahi kepala seksi, kepala divisi, dan lain sebagainya.
3.      Manajemen puncak (Top Manager), terdiri atas kelompok yang relative kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Mereka menetapkan kebijaksanaan operasional dan membibimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya. Sebutan yang khusus untuk manajemen ini adalah Chief Executivr Officer (direktur utama), Presiden dan Senior Vicepresident.
Menurut lingkungan kegiatan yang dilakukan dibagi menjadi dua yaitu Manajer Fungsional dan Manajer Umum. Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi yaitu produksi, pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, yang dipusatkan oleh kesamaan tugas. Manajer umu membawahi unit yang lebih rumit. Misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
Sumber :

Mukhyl, Muhammad Abdul & Sapiutro, Iman Hadi (1995). Pengantar Manajemen Umum (untuk STIE). Jakarta: Gunadarma
Read More
Posted in | No comments

Thursday, 10 October 2013

Psikologi Manajemen

Posted on 23:35 by Unknown
     I.            Definisi Manajemen dan Kepemimpinan
Manajemen adalah koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu.
1.     Jenis – jenis manajemen
·     Definisi manajemen keuangan adalah merencanakan, menganggarkan, mencari, menyimpan, memeriksa, mengelola dan mengendalikan dana yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok (perusahaan maupun organisasi).
·     Definisi manajemen pemasaran adalah suatu proses yang berjalan dengan tujuan agar menetapkan suatu harga serta promosi, menyalurkan gagasan dan sebagainya agar dapat mempertahankan "kehidupan" suatu perusahaan maupun untuk mengembangkan perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya dapat mencapai keutungan yang maksimal dengan pengorbanan seminimal mungkin.
·     Definisi manajemen resiko adalah suatu pendekatan metodologi yang terstruktur dengan maksud agar dapat mengelola kemungkinan - kemungkinan buruk yang dapat terjadi (ancaman).
·     Definisi manajemen pendidikan adalah sumber - sumber pendidikan dibuat lebih terpadu/terpusat agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif maupun efisien.
·     Definisi manajemen strategi adalah suatu proses yang dilakukan guna mengidentifikasi (menganalisis) "apa" dan "bagaimana" hasil yang ingin di capai tersebut.
·     Definisi manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah merupakan cara untuk mengatur suatu hubungan maupun peran para tenaga kerja (SDM) yang dipunyai oleh suatu 1 orang/kelompok agar dapat dipekerjakan secara maksimal tetapi tetap menonjolkan keefektifan serta efisien, agar dapat mencapai tujuan.
·     Definisi manajemen informatika adalah memanfaatkan sumber daya (dalam hal ini, segala yang berhubungan dengan informatika) agar kelak dapat tercapai tujuan yang ditetapkan.
·     Definisi manajemen produksi adalah aktivitas mengatur, mengkoordinasi, serta mengawasi bagaimana sumber daya (manusia, alat, dana, bahan) digunakan secara efektif dan efisien agar dapat menciptakan suatu barang/jasa yang memiliki nilai kegunaan yang tinggi.
·     Definisi manajemen konflik adalah bagaimana mengatur, mengkoordinir/mengarahkan suatu konflik yang sulit untuk diakhiri hingga akhirnya dapat mengakhiri konflik tersebut. Biasanya yang melakukan manajemen konflik ini adalah para pelaku konflik maupun perantara (pihak ketiga/penengah) dari konflik tersebut.
·     Definisi manajemen proyek adalah suatu proses kegaiatan manajemen dalam suatu proyek.
2.     Kepemimpinan
          Kepemimpinan dilihat sebagai suatu proses yang dinamis, interaktif yang melibatkan 3 dimensi: pemimpin, pengikut, dan situasi. Tiap dimensi ini mempengaruhi satu sama lain. Contohnya, pencapaian dari tujuan tergantung tidak hanya pada personal seorang pemimpin tapi juga pada kebutuhan pengikutnya dan jenis situasinya.



II.            Perencanaan dan Penetapan Manajemen

Perencanaan merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat menjalankan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

·        Manfaat atau fungsi perencanaan
a. Forecasting, yaitu memperkirakan perkejaan-pekerjaan yang akan dilaukakan pada saat yang akan datang yang akan dilakukan oleh manajer ini atas dasar sistematisasi dan kontinitas pekerjaan serta berdasarkan dimana ia bekerja.
b.   Establings objectives, yaitu menentukan tujuan akhir yang akan dicapai dan apa yang telah di rencanakan keseluruhannya baik tujuan tiap pekerjaan maupun tujuan globalnya.
c.  Programming, yaitu dibuat suatu program yang terdiri dari serangkaian tindakan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu berdasarkan pada prinsip pelaksanaan.
d. Sceduling, yaitu membuat jadwal pekerjaan sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.
e. Budgeting, yaitu penyusunan anggaran untuk mengalikasikan sumber-sumber yang ada atas dasar efisien dan efektivitas, anggaran belanja ini dinyatakan dalam bentuk uang.
f. Developing prosedur, yaitu menentukan cara yang tepat dalam penyelenggaraan pekerjaan di dalam rangka adany efisiensi, efektivitas dan keseragaman pekerjaan.
g.   Establising dan interpreting policy, yaitu manajer harus dapat menafsirkan kebijakan yang akan diambil agar terjamin dalam keselarasan dan keseragaman kegiatan serta tindakan yang akan dilakukan.

·        Jenis perencanaan dalam organisasi
a.     Rencana Global (Global plan)
Rencana global ini berisi tentang penentuan tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Analisa penyusunan rencana global terdiri atas:
Ø Strength, yaitu kekuatan yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan.
Ø Weaknesses, memperhatikan kelemahan organisasi yang bersangkutan.
Ø Opportunity, yaitu kesempatan terbuka yang dimiliki organisasi.
Ø Treath, yaitu tekanan dan hambatan yang di hadapi organisasi.

b.     Rencana straregik (strategic plan)
Bagian dari rencana global namun lebih terperinci. Dimana ndengan menyusun kerangka kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global, dimensi waktunya adalah jangka panjang. Dalam pencapaiannya dilakukan dengan system prioritas, mana yang akan dicapai terlebih dahulu.

c.      Rencana operasional (operational plan)
Rencana ini meliputi perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan bersifat jangka pendek.
Sumber:
Swansburg, Russel C (1995). Pengembangan Staf Keperawatan: Suatu Komponen Pengembangan SDM; (Nursing Staff Developement: A Component of Human Resource Developement). Jakarta: EGC

Mukhyl, Muhammad Abdul & Sapiutro, Iman Hadi (1995). Pengantar Manajemen Umum (untuk STIE). Jakarta: Gunadarma
Read More
Posted in | No comments

Pengalaman Berkerja di Restoran Cepat Saji

Posted on 07:14 by Unknown
Saya akan menceritakan pengalaman teman saya yang bernama sulistyo, sebut saja tio. Saya akan berbagi pengalaman dia bekerja pada suatu perusahaan besar di indonesia yg bergerak dibidang restoran cepat saji. Restoran tempat dia bekerja yg menyediakan menu-menu western. Seperti friedchicken, burger, frenchfries, dan yakiniku. Dia di rekrut sebagai salah satu crew store restoran tersebut di wilayah Tj.duren JakartaBarat. Walaupun dia direkrut sebagai crew tambahan(backup) yang hanya dikontrak beberapa bulan berkerja banyak juga ilmu yg dia dapat.
Di sana dia memiliki 4 manajer: 2chiefmanajer, 2shiftmanajer.
Untuk crew ada banyak sekitar 30org terdiri dari:
-Stock Checker(stock control) 3org
-Kasir 8org
-Stock(backup) 4org
-Cook 4org
-Dinning 8org

Sistem kerja:
Costumer dateng- Disambut dinning/kasir- kasir mlayani costumer- jika pesanan masuk daftar Waitinglist maka Cook & Stockbackup berperan, jika menu available maka backup menyiapkan kemudian dikasih ke kasir, kasir ke dinning, dining mengantar- setelah cost selesai makan dan keluar dari store maka dinning bertugas membersihkan kotoran yg tertinggal dari cost.
-Stock Control mengawasi keluar-masuk nya item dan tools.
-Peran manajer mengawasi sistem kerja berjalan seperti seharusnya.

Sistem manajemen
-Segala pengeluaran dan pemasukan (dsbt COGS*) di input menggunakan scan barcode dan komputerisasi. Serta dicatat manual juga.software excel dan *
-software kasir saya tidak tahu namanya, sistemnya kasir input otomatis data ke komputer utama
-semua software bersifat Online
-audit dilakukan 1x sebulan oleh kantor pusat

-penilaian store : oleh audit 1xsebulan & CMS*(costumer mystery store)
Read More
Posted in | No comments

Tuesday, 9 April 2013

Konsep kesehatan dan teori perkembangan kepribadian

Posted on 11:21 by Unknown

A.    Konsep Kesehatan

            Sehat sering di pakai untuk sesuatu yang bekerja secara normal bahkan dalam benda mati pun, seperti pada saat kendaraan bermotor atau sesuatu yang bekerja normal oleh pemiliknya akan mengatakan "kendaraan saya dalam keadaan sehat". Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No.9 tahun 1960, Bab I pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan  (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas daripenyakit,  cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.

            Defini sehat dalam keperawatan:
1.      Definisi sehat fender (1982)
Sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasaan dalam berhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian dilakukan untuk mepertahankan stabilitas dan integritas struktural.
2.      Definisi sehat Paune (1983)
Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care resouces) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri (self care aktions) secara adekual.  
                                                                                             
            Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam UU No.23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru. Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari ketiga aspek tersebut namun dari aspek ekonomi pula.

            Keempat dimensi tersebut saling berhubungan dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok ataupun masyarakat.
           
            Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

1.      Kesehatan fisik adalah dimana seseorang tidak merasa ada gangguan atau sakit pada tubuhnya dan secara objektif tidak tampak sakit. Dan organ-organnya pun berfungsi dengan normal.

2.      Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen yakni pikiran, emosional dan spiritual:  
·               Pikiran yang sehat tercermin dari cara berpikir dan pola pikirnya yang sehat dan jalan pikirnya.
·               Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya pada saat yang tepat misalnya takut, gembira, kuatir sedih dan sebagainya.
·               Spritual yang sehat tercermin dari cara seseorang bersyukur dan percaya akan terhadap hal yang diluar alam fana ini seperti, Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam Agama Islam). Dengan kata lain kesehatan spritual tercermin dari keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan aturan yang ada dalam agamanya.

3.      Kesehatan sosial terwujud apabila dalam berhubungan sosial terjalin secara baik tanpa memandang sara, status sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Dan terjalin dengan baik dan saling toleransi dan menghargai.
4.      Kesehatan intelektual terwujud apabila seseorang dapat mempergunakan kecerdasan intelektualnya dengan baik dan benar.

Kesimpulan :
kesehatan adalah suatu yang sangat riskan dan sesuatu yang harus kita jaga agar kita dapat hidup secara normalnya manusia. Kesehatan secara keseluruhan bekerja segala aspek secara normal dan baik yang saling berkaitan satu sama lain.

B.     Teori Perkembangan Kepribadian
           
            Kepribadian adalah bagian dari jiwa yang membangun keberadaaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-pecah dalam fungsi-fungsi. Memahami kepribadian berarti memahami aku, diri, self atau memahami manusia seutuhnya. Hal terpenting yang harus diketahui berkaitan dengan pemahaman kepribadian adalah bahwa pemahaman itu sangat dipengaruhi paradigma yang dipakai sebagai acuan untuk mengembangkan teori itu sendiri. Para ahli kepribadian ternyata meyakini paradigma yang berbeda-beda, yang mempengaruhi secara sistematik seluruh pola pemikirannya tentang kepribadian manusia. Paradigma itu pada sebagian ahli kepribadian dikemukakan dengan tegas, pada sebagian yang lain paradigmanya tersamar dan dikenali melalui metode analisisnya (Alwisol, 2007).

         Perkembangan ini berlangsung sejak masa bayi hingga akhir hayat. Perkembangan merupakansuatu proses pembentukan social self (pribadi dalam masyarakat), yakni pembentukan pribadi dalam keluarga, bangsa dan budaya. Perkembangan sosial hampir dapat dipastikan merupakan perkembangan moral, sebab perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku sosial. Seorang siswa hanya akan berperilaku sosial tertentu secara memadahi apabila menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan untuk menguasai pemikiran norma perilaku moral yang diperlukan.

·         Tokoh Perkembangan Kepribadian

1.      Sigmund Freud
Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi 3 tahapan yakni tahap infatil (0 – 5 tahun), tahap laten (5 – 12 than) dan tahap genital (> 12 tahun). Tahap infatil yang faling menentukan dalam membentuk kepribadin, terbagi menjadi 3 fase, yakni fase oral, fase anal, dan fase falis. Perkembangan kepribadian ditentukan oleh perkembangan insting seks, yang terkait dengan perkembangan bilogis, sehingga tahp ini disebut juga tahap seksual infatil. Perkembangan insting seks berarti perubahan kateksis seks dan perkembangan bilogis menyiapkan bagian tubuh untuk dipilh menjadi pusat kepuasan seksul (arogenus zone). Pemberian nama fase-fase perkembangan infatil sesuai dengan bagian tubuh daerah erogen-yang menjadi kateksis seksual pada fase itu. Pada tahap laten, impuls seksual mengalami represi, perhatian anak banyak tercurah kepada pengembangan kognitif dan keterampilan. Baru sesudah itu, secara bilogis terjadi perkembangan puberts yang membangunkan impuls seksual dari represinya untuk berkembang mencapai kemasakan. Pada umumnya kemasakan kepribadian dapat dicapi pada usia 20 tahun (Anonim, 2010).
2.      Erik H. Erikson
Teori Erik Erikson (Tahapan Pembangunan Psikososial) tentang delapan tahap perkembangan manusia adalah salah satu teori terbaik yang dikenal dalam psikologi. Sementara teori didasarkan pada tahapan Freud tentang perkembangan psikoseksual, Erikson memilih untuk fokus pada pentingnya hubungan sosial pada pengembangan kepribadian. Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur.
a)      Perkembangan kepribadian dalam teori psikoanalisis Erickson
b)      Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun).
c)      Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu ( early chilhood : 1/1,5-3 tahun).
d)      Inisiatif VS Rasa Bersalah (late chilhood:3-6th).
e)      Industri VS Inferiority ( usia sekolah:6-12 tahun).
f)       Identitas dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun).
g)      Intimasi dan Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood : 20-35 th). Perkembangan
h)      Generativitas VS Stagnasi/ mandeg ( middle adulthood : 35-65 th ).
i)        Integritas VS Keputusasaan (later years: diatas 65 th).

3.      Gordom W. Allport
Menurut Gordon W. Allport, kepribadian adalah sesuatu yang unik dan dimiliki masing-masing pribadi. Ia mengatakan bahwa manusia itu dipengaruhi oleh kesadarannya  yang  meliputi 3 komponen berikut :
                                                        i.            Dynamic Organization
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian itu mengalami perkembangan dan perubahan.
                                                      ii.            Psychophysical System
                                    Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu hal yang tersirat namun kepribadian adalah hal yang nyata dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
                                                    iii.            Determine
Komponen ini menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya suatu konsep namun ia dapat mengerjakan sesuatu dan mempengaruhi tingkah laku seseorang.
Sturuktur Kepribadian

1. Sifat (Trait)
Di dalam kepribadian terdapat sifat dasar yakni : (Nyata, Berkembang, Fleksibel, Empirik dan Kemandirian yang relatif). Nah dari 5 sifat dasar ini, terdapat sifat umum dan sifat khusus yang berkembang pada tiap-tipa sifat dasar.
2. Traits-Habit-Atitud
Dalam struktur ini, dinyatkan bahwa kepribadian dapat dibentuk karena sifat dasar, kebiasaan, sikap dalam menghadapi sesuatu, dan kategori nomotetik
3. Trait dan Konsistensi Pribadi
Stuktur ini mengarah pada praktikum stimulus-respon. dia membagi atas 3 trait didalamnya. yaitu (gregorius=suka berteman);(shyness=pemalu) dan (self esteem=kepercayaan diri).
4. Propium
Naaahh, propium ini adalah struktur yang membahas tentang perkembangan baik itu dalam emosi, kecakapan individu, kemampuan persepsi dan tujuan hidup seseorang. Perkembangannya sama dengan perkembangan sigmund freud, ia membaginya dalam 5 tahap yaitu Oral, Anal, Phalic, Laten dan Genital.

5. Motivasi
Kekuatan dari stuktur notivasi dalam pribadi menurut Gordon allport berbeda dengan yang lain, dimana ia mengatakan bahwa yang paling menunjang dala motivasi ialah kemampuan kognitif dan perencanaan hidup. Dari dua hal itu, ia mampu membentuk motivasi dalam dirinya karena ia telah memiliki kemampuan kognitif dan perencanaan.
6. Otonomi Fungsional
Otonomi fungsional adalah struktur yang membahas tentang keanekaragaman pribadi. Kenapa ada yang suka membaca? Kenapa ada yang suka Melukis? itulah yang disebut dengan keanekaragaman pribadi yang dibagi dalam dua tingkat otonomi yaitu: Kebiasaan dan Minat. Kebiasaan adalah struktur yang terbentuk dari keterikatan lingkungan kita. Misalnya jika kita tinggal di lingkungan yang banyak pemain bola, maka kita akan ikut juga untuk bermain bola, sedangkan Minat adalah stuktur yang terbentuk dari kesadaran akan target yang kita inginkan.


Daftar Pustaka :

http://911medical.blogspot.com/2007/06/konsep-sehat-sakit.html

http://afand.abatasa.com/post/detail/2456/

http://pusatilmupsikologi.blogspot.com/2012/04/teori-kepribadian-gordon-w-allport.html

http://safnowandi.wordpress.com/2012/11/04/teori-perkembangan-kepribadian-sosial-dan-moral/

http://valentsimplewritter.blogspot.com/2012/01/teori-kepribadian-menurut-para-ahli.html

Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Popular Posts

  • Game Online : HoN (Heroes of Newerth)
    Heroes of Newerth (HoN) adalah session based multiplayer action RPG game yang dibuat berdasarkan mod yang terkenal, Defense of the Ancients....

Blog Archive

  • ▼  2013 (4)
    • ▼  October (3)
      • Tingkat Manajemen
      • Psikologi Manajemen
      • Pengalaman Berkerja di Restoran Cepat Saji
    • ►  April (1)
      • Konsep kesehatan dan teori perkembangan kepribadian
  • ►  2012 (5)
    • ►  November (3)
    • ►  October (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile